Lewati ke konten

Weton 7 Desember 1918

Tanggal 7 Desember 1918 jatuh pada weton Sabtu Legi dengan neptu 14 (Sabtu 9 + Legi 5). Lengkap dengan tanggal Jawa, Hijriah, dan watak weton menurut primbon.

Pilih tanggal

Sabtu LegiNeptu 14
Tanggal Masehi7 Desember 1918
HariSabtu (neptu 9)
PasaranLegi (neptu 5)
Tanggal Jawa3 Mulud 1849 Alip
Tanggal Hijriah3 Rabiul Awal 1337 H

Tanggal Hijriah dihitung dengan metode aritmetika. Penetapan resmi awal bulan memakai rukyat atau hisab pemerintah dan bisa berbeda satu hari.

Watak weton Sabtu Legi menurut primbon

Dari hari Sabtu

Ulet dan tahan menghadapi kesulitan. Punya daya juang besar, meski kadang terlalu keras pada diri sendiri.

Dari pasaran Legi

Ramah dan menyenangkan dalam pergaulan. Mudah menarik simpati, tetapi perlu berhati-hati agar tidak terlalu mudah percaya.

Dari neptu 14

Neptu cukup besar. Dikaitkan dengan pembawaan berwibawa dan kemauan yang kuat.

Tafsir di atas adalah warisan budaya Jawa yang menggambarkan kecenderungan pembawaan. Kami menyajikannya sebagai pengetahuan tradisi, bukan ramalan yang memastikan sesuatu akan terjadi.

Kalender Desember 1918

Tanggal lain berweton Sabtu Legi

Weton berulang setiap 35 hari.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa weton tanggal 7 Desember 1918?

Tanggal 7 Desember 1918 jatuh pada weton Sabtu Legi, yaitu gabungan hari Sabtu dengan pasaran Legi.

Berapa neptu weton Sabtu Legi?

Neptunya 14, diperoleh dari neptu hari Sabtu sebesar 9 ditambah neptu pasaran Legi sebesar 5.

Kapan weton ini berulang?

Weton berulang setiap 35 hari, karena siklus tujuh hari pekan dan lima hari pasaran baru bertemu kembali setelah 7 dikali 5. Daur 35 hari ini disebut selapan.

Apakah perhitungan ini bisa dipercaya?

Perhitungan hari dan pasarannya bersifat pasti karena murni matematis, diturunkan dari acuan 17 Agustus 1945 yang jatuh pada Jumat Legi. Adapun tafsir watak adalah warisan tradisi, bukan ramalan yang kami klaim benar.

Bagaimana weton dihitung

Weton lahir dari dua siklus yang berjalan bersamaan: tujuh hari pekan Masehi dan lima hari pasaran Jawa. Karena tujuh dan lima tidak punya faktor bersama, kombinasi keduanya baru berulang setelah 35 hari — dan itulah sebabnya jumlah weton tepat 35, tidak lebih.

Perhitungan di situs ini diturunkan dari acuan 17 Agustus 1945 yang jatuh pada Jumat Legi, dan diperiksa silang dengan acuan kedua 1 Januari 1900 yang jatuh pada Senin Pahing. Karena murni matematis, hasilnya sama persis setiap kali dihitung.

Neptu adalah nilai angka tiap hari dan pasaran. Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, Sabtu 9; Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, Kliwon 8. Neptu weton adalah jumlah keduanya, dengan rentang 7 sampai 18.