Lewati ke konten

Weton 25 April 1926

Tanggal 25 April 1926 jatuh pada weton Minggu Pahing dengan neptu 14 (Minggu 5 + Pahing 9). Lengkap dengan tanggal Jawa, Hijriah, dan watak weton menurut primbon.

Pilih tanggal

Minggu PahingNeptu 14
Tanggal Masehi25 April 1926
HariMinggu (neptu 5)
PasaranPahing (neptu 9)
Tanggal Jawa12 Sawal 1856 Jimakir
Tanggal Hijriah12 Syawal 1344 H

Tanggal Hijriah dihitung dengan metode aritmetika. Penetapan resmi awal bulan memakai rukyat atau hisab pemerintah dan bisa berbeda satu hari.

Watak weton Minggu Pahing menurut primbon

Dari hari Minggu

Punya keteguhan hati dan tidak mudah goyah oleh pendapat orang lain. Cenderung mandiri dan senang menyelesaikan urusan sendiri sampai tuntas.

Dari pasaran Pahing

Punya keinginan kuat dan berani mengambil sikap. Terlihat tegas, dan paling menonjol saat menghadapi tantangan.

Dari neptu 14

Neptu cukup besar. Dikaitkan dengan pembawaan berwibawa dan kemauan yang kuat.

Tafsir di atas adalah warisan budaya Jawa yang menggambarkan kecenderungan pembawaan. Kami menyajikannya sebagai pengetahuan tradisi, bukan ramalan yang memastikan sesuatu akan terjadi.

Kalender April 1926

Tanggal lain berweton Minggu Pahing

Weton berulang setiap 35 hari.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa weton tanggal 25 April 1926?

Tanggal 25 April 1926 jatuh pada weton Minggu Pahing, yaitu gabungan hari Minggu dengan pasaran Pahing.

Berapa neptu weton Minggu Pahing?

Neptunya 14, diperoleh dari neptu hari Minggu sebesar 5 ditambah neptu pasaran Pahing sebesar 9.

Kapan weton ini berulang?

Weton berulang setiap 35 hari, karena siklus tujuh hari pekan dan lima hari pasaran baru bertemu kembali setelah 7 dikali 5. Daur 35 hari ini disebut selapan.

Apakah perhitungan ini bisa dipercaya?

Perhitungan hari dan pasarannya bersifat pasti karena murni matematis, diturunkan dari acuan 17 Agustus 1945 yang jatuh pada Jumat Legi. Adapun tafsir watak adalah warisan tradisi, bukan ramalan yang kami klaim benar.

Bagaimana weton dihitung

Weton lahir dari dua siklus yang berjalan bersamaan: tujuh hari pekan Masehi dan lima hari pasaran Jawa. Karena tujuh dan lima tidak punya faktor bersama, kombinasi keduanya baru berulang setelah 35 hari — dan itulah sebabnya jumlah weton tepat 35, tidak lebih.

Perhitungan di situs ini diturunkan dari acuan 17 Agustus 1945 yang jatuh pada Jumat Legi, dan diperiksa silang dengan acuan kedua 1 Januari 1900 yang jatuh pada Senin Pahing. Karena murni matematis, hasilnya sama persis setiap kali dihitung.

Neptu adalah nilai angka tiap hari dan pasaran. Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, Sabtu 9; Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, Kliwon 8. Neptu weton adalah jumlah keduanya, dengan rentang 7 sampai 18.