Lewati ke konten

Weton 15 Januari 1918

Tanggal 15 Januari 1918 jatuh pada weton Selasa Kliwon dengan neptu 11 (Selasa 3 + Kliwon 8). Lengkap dengan tanggal Jawa, Hijriah, dan watak weton menurut primbon.

Pilih tanggal

Selasa KliwonNeptu 11
Tanggal Masehi15 Januari 1918
HariSelasa (neptu 3)
PasaranKliwon (neptu 8)
Tanggal Jawa2 Bakda Mulud 1848 Jimakir
Tanggal Hijriah2 Rabiul Akhir 1336 H

Tanggal Hijriah dihitung dengan metode aritmetika. Penetapan resmi awal bulan memakai rukyat atau hisab pemerintah dan bisa berbeda satu hari.

Watak weton Selasa Kliwon menurut primbon

Dari hari Selasa

Cekatan dan cepat menangkap keadaan. Semangatnya besar di awal, sehingga perlu menjaga agar tidak cepat bosan.

Dari pasaran Kliwon

Peka dan punya naluri kuat. Sering merasakan sesuatu lebih dulu sebelum hal itu terjadi.

Dari neptu 11

Neptu sedang. Dikaitkan dengan watak seimbang: cukup tegas namun tetap mudah bekerja sama.

Tafsir di atas adalah warisan budaya Jawa yang menggambarkan kecenderungan pembawaan. Kami menyajikannya sebagai pengetahuan tradisi, bukan ramalan yang memastikan sesuatu akan terjadi.

Kalender Januari 1918

Tanggal lain berweton Selasa Kliwon

Weton berulang setiap 35 hari.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa weton tanggal 15 Januari 1918?

Tanggal 15 Januari 1918 jatuh pada weton Selasa Kliwon, yaitu gabungan hari Selasa dengan pasaran Kliwon.

Berapa neptu weton Selasa Kliwon?

Neptunya 11, diperoleh dari neptu hari Selasa sebesar 3 ditambah neptu pasaran Kliwon sebesar 8.

Kapan weton ini berulang?

Weton berulang setiap 35 hari, karena siklus tujuh hari pekan dan lima hari pasaran baru bertemu kembali setelah 7 dikali 5. Daur 35 hari ini disebut selapan.

Apakah perhitungan ini bisa dipercaya?

Perhitungan hari dan pasarannya bersifat pasti karena murni matematis, diturunkan dari acuan 17 Agustus 1945 yang jatuh pada Jumat Legi. Adapun tafsir watak adalah warisan tradisi, bukan ramalan yang kami klaim benar.

Bagaimana weton dihitung

Weton lahir dari dua siklus yang berjalan bersamaan: tujuh hari pekan Masehi dan lima hari pasaran Jawa. Karena tujuh dan lima tidak punya faktor bersama, kombinasi keduanya baru berulang setelah 35 hari — dan itulah sebabnya jumlah weton tepat 35, tidak lebih.

Perhitungan di situs ini diturunkan dari acuan 17 Agustus 1945 yang jatuh pada Jumat Legi, dan diperiksa silang dengan acuan kedua 1 Januari 1900 yang jatuh pada Senin Pahing. Karena murni matematis, hasilnya sama persis setiap kali dihitung.

Neptu adalah nilai angka tiap hari dan pasaran. Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, Sabtu 9; Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, Kliwon 8. Neptu weton adalah jumlah keduanya, dengan rentang 7 sampai 18.